Sabtu, 05 Oktober 2013

The Yearling

Sebuah buku yang ditulis oleh Majorie Kinnan Rawlings. Memenangkan Pultizer Prize pada tahun 1939 (kurang tau penghargaan apa gerangan itu?), namun ternyata setelah nanya sama Om Gugel ternyata itu adalah penghargaan bergengsi yang menyebabkan buku ini beberapa kali cetak ulang, sehingga penulisnya berhasil membeli sebidang tanah dekat florida (yang jadi seting novel tersebut) kemudian mendirikan sebuah restoran yang diberi nama seperti judul buku itu... The yearling, (dalam bahasa indonesia berarti yang berumur satu tahun)

Buku setebal 500 halaman tersebut menceritakan tentang Jody Baxter dan keluarganya yang hidup di tanah pertanian terpencil tepi hutan Florida pada akhir tahun 1800an. Jody merupakan anak tunggal karena beberapa kali kakak-kakanya meninggal saat baru dilahirkan. Papanya, Ezra Baxter yang biasa dipanggil Penny karena tubuhnya yang kurus kecil (Penny adalah sebutan uang kecil disana, kalau disini mungkin disebut receh :D). Dia sangat menyayangi Jody dan membelanya ketika Ma Baxter memarahinya. Mamanya Jody bernama Ori namun di buku ini dia lebih sering disebut sebagai Ma baxter, dia selalu merasa berkabung dalam kesedihan karena anak-anaknya yang satu persatu meninggal, sehingga susah baginya untuk memperlihatkan kasih sayang pada Jody karena sejatinya dia takut kehilangan. Dia seorang Mama yang agak galak namun tak pernah lupa menghidangkan makanan untuk keluarganya.



Jody dan keluarganya hidup dari bertani, beternak dan berburu. Jody gembira jika diajak berburu namun kurang suka ketika disuruh menggarap ladang. Penny membiarkannya karena ia terlalu  menyayangi Jody, dia tidak ingin anaknya merasakan kehidupan berat seperti masa kecilnya yang sudah diharuskan bekerja di ladang sebelum usia 13 tahun.

Untuk kebtuhan lain seperti kain, kopi, benang dan lain-lain yang tak bisa dihasilkan sendiri dari lahan pertanian dan hutan, keluarga Jody melakukan barter dengan di kota kecil yang agak jauh dari tempat tinggal mereka.

Suatu hari ketika Penny dan Jody berburu di hutan, Penny digigit ular derik yang sangat beracun. Dan untuk mengurangi bahaya racun tersebut Penny terpaksa membunuh seekor rusa untuk diambil hatinya, hati rusa itu digunakan untuk menyerap racun ular derik. Karena hati rusa itulah nyawa Penny bisa tertolong. Jody yang selama ini merasa kesepian  dan ingin sekali mempunyai hewan peliharaan namun selalu dilarang oleh ibunya karena mereka hanya punya sedikit makanan. Tidak mencukupi untuk binatang peliharaan tambahan selain ternak-ternak dan beberapa anjing pemburu mereka. Dia ingin memelihara anak rusa yang induknya telah dibunuh untuk menyelamatkan nyawa Papanya dari racun ular derik. Karena merasa hutang budi Penny pun mengijinkannya meski Ori, istrinya kurang suka dengan keputusan itu.

Jody sangat menyayangi anak rusa itu, dia berencana mengajak rusa itu pergi ke rumah keluarga forester. satun-satunya tetangga mereka yang juga tinggal di tepi hutan. Dia punya teman bernama fodder wing yang fisiknya cacat dan keluarganya menyebutnya aneh. Fodder wing punya banyak hewan peliharaan dan pintar memberi nama, sehingga Jody ingin meminta Fodder wing menamai anak rusa miliknya. Ternyata sesampainya di rumah keluarga forester fodder wing sudah meninggal karena sakit. Namun sahabat Jody itu sudah berwasiyat untuk memberikan nama -Flag- pada anak rusa milik Jody. Jody sangat sedih namun dia kembali pulang ke rumah dan semakin menyayangi flag.

Flag tumbuh semakin besar, dan binatang tetap bersifat seperti naluri binatang yang terkadang merusak milik manusia yang dianggap penting. Jody sering merelakan susu dan makanan jatahnya untuk Flag, agar Ma Baxter tidak menggerutu. Dia juga selalu bermuslihat agar Flag bisa masuk rumah di malam hari, sehingga dapat tidur di kamar bersamanya. Satu yang susah di hindari yaitu flag suka memakan tunas-tunas jagung yang baru tumbuh di ladang. Ma Baxter sangat marah namun Penny masih berkompromi mencarikan jalan keluar untuk membuat pagar tinggi mengitari ladang. Ternyata rencana itu tetap tidak berhasil, Flag tetap bisa meloncati pagar dan memakan kembali tunas-tunas jagung yang ditanam ulang.
Penny tidak bisa membela dan berkompromi lagi. Dia menyuruh Jody membawa flag ke hutan dan menembaknya atau keluarga mereka tahun ini akan kelaparan karena gagal menanam jagung. Jody mematuhi membawa flag ke hutan namun tidak mampu menembaknya, dia terlampau sayang pada flag. Dia sangat bingung dan galau.

Setelah pulang masih membawa Flag, orang tuanya sangat marah sehingga Ma baxter menembak flag namun namun hanya mengenai kakinya. Jody sangat marah, sedih dan menangis sejadi-jadinya. Dia mengejar Flag yang kesakitan pada akhirnya dia sendiri menarik pelatuk senapan untuk mengakhiri penderitaan Flag. kemudian dia lari dari rumah berencana pergi jauh dan tak akan kembali ke rumah keluarganya. Dia menerobos hutan, menyeberangi sungai tanpa sedikitpun pengalaman tentang tempat-tempat yang belum pernah dilewatinya.

Perjalanan itulah yang memberikannya pelajaran apa itu rasa 'kelaparan' yang sering dikatakan oleh orang tuanya. Sehingga dia ditolong oleh seorang pelaut yang menemukannya pingsan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Jody yang merasa telah dibenci dan tidak dibutuhkan mendapati kesedihan mendalam Pa dan Ma Baxter ketika anak satu-satunya pergi.
***

Buku yang sangat keren dan menyentuh pada alur endingnya. Penulis sangat piawai sekali mendeskripsikan detail-detail hutan Florida dan eksplorasi kehidupan keluarga Jody, bagaimana mereka hidup sehari-hari dari olahan hasil ladang, ternak dan berburu.
Dalam tulisan ini terselubung pesan untuk mencintai alam dan makhluk hidup. Dengan cara berburu dan membunuh hanya sekedar untuk butuh bertahan hidup, tidak boleh sampai merusak alam seperti halnya saat Penny menolak keras ajakan keluarga Forester untuk membasmi serigala pemangsa ternak mereka dengan racun.  Dan ketika berjalan di hutan mendapati buruan yang dapat dibidik dengan mudah, Penny tidak akan membunuhnya saat persediaan daging di gudang pengasapan mereka masih mencukupi.

***

Hmm.. saya beneran tidak jago mereview buku. Seolah-olah seluruh bagian ingin saya tulis. Namun tetap saja banyak yang terlewatkan bagian-bagian menarik dalam buku ini. Seperti kisah cinta segitiga antara Oliver, Twink Witerby dan anak keluarga Forester. Kemudian ada juga tentang cara bertahan hidup dan ilmu menaklukkan alam liar yang menakjubkan yang diajarkan Penny kepada anaknya. masih banyak sekali.

Ya pada akhirnya kesan terakhir membaca buku ini adalah :  Menarik dan layak dinikmati. Membacanya seolah-olah ikut merasakan tinggal di tepi hutan florida dan dekat sekali dengan alam liar.
:)

***




Tullisan ini diikutkan dalam even Project Battle Challenge  #31HariBerbagiBacaan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari bersilaturrahmi dan berbagi informasi dengan meninggalkan komentar disini. Kami lebih menyukai komentar yang santun dan sesuai dengan konten isi postingan yaaa.. ^^