Tampilkan postingan dengan label Novel Terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Terjemahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Pesona Demam Malam Rembulan

Buku Naruto Hicho sebelumnya adalah cerita bersambung yang diterbitkan koran Osaka Mainichi Shimbun, Jepang. Gabungan kisah cinta, heroisme dan juga misteri  membuat penulisnya, Eiji Yoshikawa populer sebagai sastrawan Jepang penghasil karya apik yang selalu ditunggu pembacanya.

Novel dengan setting Jepang abad pertengahan ini menceritakan tentang keshogunan Tokugawa yang mempekerjakan banyak mata-mata untuk mengetahui para Daimyo (Tuan-tuan tanah yang biasanya menguasai daerah-daerah dalam wilayah keshogunan) guna menghindari kemungkinan pemberontakan.

Jumat, 06 Desember 2013

Sibodoh yang Sangat Cerdas


Judul Buku : Oda Nobunaga, Sang Penakluk dari Owari.
Penulis  : Sohachi Yamaoka
Penerjemah : Ribeka Ota
Penerbit   : Khansa Publishing, Leading of Japanese Books.
Terbit   : Cetakan I Juni 2013
Jumlah Halaman : 465 Halaman
ISBN   : 978-602-17981-1-5
------


Membaca sastra terjemahan tentang Jepang, seperti diajak pada petualangan yang memcu adrenalin. Kepiawaian penulis menggambarkan keadaan Jepang pada zaman peperangan terasa mencekam, namun sesekali dihangatkan dengan kisah romansa percintaan antar tokohnya.

Pemuda 15 tahun, Oda Obunaga adalah seorang putra mahkota dari negeri Owari. Negeri yang dikuasai oleh klan terpandang yang dipimpin Nobuhide.

Nobunaga baru saja melewati upacara kedewasaan selayaknya laki-laki Jepang pada masa itu saat dijodohkan dengan putri Noh yang berusia 18 tahun. Seorang putri yang terkenal kecantikan dan kecerdasannya, anak dari penguasa negeri Mino, Mamushi Dosan.

Perjodohan yang didasarkan kepada kepentingan politik. Muslihat agar dua negeri itu tidak saling menyerang. Mamushi Dosan memberikan putri cerdiknya bukan tanpa maksud strategi perluasan kekuasaan.

Sudah banyak di ketahui khalayak bahwa putra mahkota Owari itu dijuluki si bodoh besar. Karena tingkah lakunya selalu aneh di luar kebiasaan orang kebanyakan. Dalam kelakuan maupun penampilan.  Obunaga tak pernah memakai kimono berlengan sempit (yang biasa dipakai sebagai baju dalam) hanya memakai kimono luar yang berlengan lebar hingga dada sampai perutnya selalu kelihatan. Tatanan rambutnya juga tak pernah tergelung rapi. Selalu dibiarkan terikat asal-asalan membentuk wujud seperti pengaduk teh. Keseluruhan penampilan Obunaga bagi para bangsawan klan manapun dianggap memalukan dan tak tahu sopan santun.

Putri Noh merangkap misi sebagai mata-mata suruhan ayahnya. Saat nobunaga lengah dia harus tega menikam dan membunuh suaminya itu.

Namun siapa sangka, Nobunaga yang suka ngupil sembarangan dan meminta Putri Noh membersihkan jari telunjuknya itu malah membuat istrinya terpesona dan melupakan tugas sebagai mata-mata. Namun putri noh sebelum berangkat ke Owari sudah membuat perjanjian dengan sang ayah. Kelak jika di tengah pernikahan ia bisa jatuh cinta pada si bodoh besar itu maka keadaan harus direlakan menjadi terbalik. Ia akan menjadi pendukung Nobunaga jika ingin menyerang dan menguasai Mini serta menghabisi sang ayah. Mamushi Dosan.

Jumat, 11 Oktober 2013

THE HEIKE STORY



Judul Buku : The Heike Story: Kisah Epik Jepang Abad Ke-12
Penulis  : Eiji Yoshikawa
Genre    : Novel, Fiksi, Sosial, Budaya & Sejarah
Penerbit : Zahir Books (Redline Publishing)
ISBN       : 9786029706604

                               
                       
Jeda Senja, Mengintip Kisah Negeri Sakura

Memasuki jepang pada abad ke dua belas. Melihat sakura yang indah di musim semi...  
Heita kiyomori adalah anak dari Tadamori yang berasal dari klan Heike. Naas baginya karena sang ayah dijuluki ‘si mata picing’ dan selalu di olok-olok karena kemiskinannnya. Kiyomori harus harus rela menebalkan muka untuk meminjam uang pada pamannya. Menerima caci maki demi gemerincing uang untuk menyambung nafas keluarga, menghentikan rengekan kelaparan adik-adiknya. Belum lagi desas desus yang berhembus menyebutkan bahwa Ibunya di masa lalu adalah perempuan gion. Seorang wanita cantik yang untuknya di bangunkan sebuah rumah dan taman berpagar kayu cedar. Perempuan yang sejatinya adalah gundik bangsawan.

Perempuan yang dipanggilnya Ibu itu selalu mencecar suaminya dengan selera –kelas atas-nya. Menghabiskan semua harta Tadamori dengan menghambur-hamburkannya. Sampai penyakit yang meludeskan sisa harta yang ada, sehingga mereka terpaksa menghirup bubur dari remah-remah beras untuk sarapan dan makan malam.

Kiyomori dan perjalanannya mencari sejarah dirinya. Darah siapa yang mengalir dalam nadi dan takdirnya. Pertemuannya dengan beberapa perempuan. Dari gadis-gadis yang berdo’a di bawah pohon jelantang, karena mereka mempercayai tahayul bahwa berdo’a disana akan menyebabkan pujaan hatinya memimpikannya atau mendatangkan penyakit menjijikkan pada saingan yang dibencinya.

Juga perempuan di rumah bordil jalan ke enam. Dengan rambut gelap yang kusut dan tubuh lemas dan hangat, dan tak dimengerti apakah dia cantik atau buruk rupa? Di saat dia berumur dua puluh tahun dan untuk pertama kalinya mereguk rasa manis aneh yang tak terlupakan, yang kemudian membuatnya merasa berada di sisi lain pagar dengan satu lompatan yang besar. Hingga membuatnya pulang ke halaman rumahnya dengan perasaan bersalah yang mendalam.

Sabtu, 05 Oktober 2013

The Yearling

Sebuah buku yang ditulis oleh Majorie Kinnan Rawlings. Memenangkan Pultizer Prize pada tahun 1939 (kurang tau penghargaan apa gerangan itu?), namun ternyata setelah nanya sama Om Gugel ternyata itu adalah penghargaan bergengsi yang menyebabkan buku ini beberapa kali cetak ulang, sehingga penulisnya berhasil membeli sebidang tanah dekat florida (yang jadi seting novel tersebut) kemudian mendirikan sebuah restoran yang diberi nama seperti judul buku itu... The yearling, (dalam bahasa indonesia berarti yang berumur satu tahun)

Buku setebal 500 halaman tersebut menceritakan tentang Jody Baxter dan keluarganya yang hidup di tanah pertanian terpencil tepi hutan Florida pada akhir tahun 1800an. Jody merupakan anak tunggal karena beberapa kali kakak-kakanya meninggal saat baru dilahirkan. Papanya, Ezra Baxter yang biasa dipanggil Penny karena tubuhnya yang kurus kecil (Penny adalah sebutan uang kecil disana, kalau disini mungkin disebut receh :D). Dia sangat menyayangi Jody dan membelanya ketika Ma Baxter memarahinya. Mamanya Jody bernama Ori namun di buku ini dia lebih sering disebut sebagai Ma baxter, dia selalu merasa berkabung dalam kesedihan karena anak-anaknya yang satu persatu meninggal, sehingga susah baginya untuk memperlihatkan kasih sayang pada Jody karena sejatinya dia takut kehilangan. Dia seorang Mama yang agak galak namun tak pernah lupa menghidangkan makanan untuk keluarganya.