Selasa, 17 Desember 2013

Alamat-alamat Media yang menerima Naskah Resensi Buku

Sejak serius menulis resensi dan kirim-kirim ke media, alhamdulillah beberapa ada yang nyangkut dan dimuat. Efeknya jadi beberapa teman ada yang inbok nanya alamat media yang pernah saya dimuat, berikut tips-tipsnya.

Walah, kalau ngetips saya kayaknya belum bisa, bisanya cuman ngasih contoh tulisan yang dimuat dan menyuruh mempelajari sendiri karakter media yang dituju dengan cara mencari dan membaca tentunya.

Jadi saya data alamat-alamat media saja yang pernah saya kirimkan naskah kesana.
Media yang memuat resensi adakalanya berupa media cetak dan media online. Ada yang memberikan honor ada yang tidak. Yang penting bagi saya media-media tersebut membantu saya menyebarkan tulisan yang saya usahakan -ada manfaat-nya bagi yang baca.. amiiin :).

Nah ini dia datanya :

Senin, 16 Desember 2013

Ibu ASI Adalah Trend Masa Kini

Dimuat di Koran Online RIMANEWS.COM pada hari Ahad, 15 desember 2013 : 


Judul Buku : Dont Worry to be a Mommy!
Penulis       : Dr Meta Hanindita
Penerbit    : Stiletto Book
Genre         : Nonfiksi – Ibu dan anak.
Jumlah Halaman : 171 Halaman.
Terbit         : Cetakan pertama September 2013.
ISBN           : 978-602-7572-18-8
---------------------


Dibandingkan beberapa tahun yang lalu, kita sekarang sudah bisa melihat bahwa saat ini makin banyak perempuan modern yang memilih untuk menjadi Ibu menyusui. Kalau dulu tersirat kebanggaan bahwa mampu membelikan susu formula yang mahal untuk bayinya merupakan sesuatu yang keren. Namun kini trend berganti, yang lebih dianggap keren adalah ibu yang sukses memberikan ASI eksklusif.

Gencarnya promosi tentang keunggulan ASI di berbagai sosial media bisa jadi salah satu pemicu munculnya trend yang baik ini. Sampai-sampai ada seorang perempuan yang merasa perlu ‘mengaku’ sukses menyusui dengan mengaplod twipic ‘ijazah’ dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) yang menandakan anaknya ‘lulus’ S1 ASI eksklusif. Padahal ketika ditelusuri kebenarannya ternyata pengakuan tersebut hanya manipulasi demi sebuah pencitraan. Karena tak mau dianggap sebagai ibu yang gagal kalau orang tahu bahwa anaknya minum susu formula.

Jumat, 13 Desember 2013

Belajar Ketangguhan dari Negeri dengan Seribu Cerita Lirih




Judul Buku : Rinai
Penulis       : Sinta Yudisia
Penerbit     : Afra Publishing
Terbit         : Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1433/ November 2012
Jumlah Halaman : 400 Halaman
ISBN         : 978-602-8277-65-5
Harga         : Rp 45.000
----------------------------


Rinai, menceritakan tentang seorang gadis bernama unik, -Rinai Hujan- katanya sih dianggap lucu dan aneh oleh sebagian kawan kecil dan kawan sekolahnya. Namun bagi saya nama itu manis dan puitis sekali. Eits... lupakan dulu pendapat saya ya! kali ini saya pengen banget belajar menulis resensi dengan mengulas isi, unsur-unsur intrinsik, ekstrinsik serta pesan-pesan yang dapat saya tangkap di dalamnya.

Rinai yang tumbuh di antara keluarga besar Jawa yang teguh dengan segala adat istiadat yang menempatkan perempuan sebagai fihak yang (selalu harus) mengalah, acapkali sering tak punya 'suara' meski ia punya penghasilan dan mampu berpijak pada kaki sendiri, bahkan juga menopang kaki saudara laki-lakinya yang gagal menjadi 'orang'. Dominasi keluarga besar sangat mempengaruhi dan menentukan segala bidang kehidupan. Hmmm....

Minggu, 08 Desember 2013

Poligami Bukanlah Solusi Perselingkuhan

Resensi saya dimuat di RIMANEWS.COM, Ahad, 8 Desember 2013 : 



Judul Buku   : Frankfurt to Jakarta
Penulis         : Leyla Hana & Annisah Rasbell
Penerbit       : Edu Penguin
Genre           : Novel Chiklit
Terbit           : Cetakan Pertama  Juni 2013
Jumlah halaman : 320 halaman
ISBN           : 978-602-17777-2-5
---------------------------------

                                             

Sudah banyak sekali novel-novel romance yang mengambil tema cinta segitiga dengan latar perselingkuhan. Novel yang digarap secara duet ini juga mengambil tema tersebut. Menceritakan pertemuan kembali antara Fedi dan Rianda, gadis yang pernah dicintai Fedi di masa lalu saat ia masih kuliah di Frankfurt, Jerman. Dulu mereka sempat mengukir janji. Mereka sempat bertunangan kemudian putus secara sefihak karena Fedi yang lebih dulu pulang ke Indonesia ternyata memutuskan untuk menikahi gadis lain yang bernama Andini.

Rianda yang semenjak ditinggalkan Fedi menjadi patah hati dan terluka. Kemudian dia menjadi terobsesi mengejar karier, Tak peduli dengan usia yang semakin matang dan tuntutan keluarganya untuk menikah. Karier yang dia bangun setelah pulang ke indonesia menuai perkembangan yang menyenangkan. Royal Hijab, sebuah butik yang produknya ia desain sendiri itu banyak diminati dari kalangan menengah hingga artis. Seiring waktu dia juga mulai membuka cabang di beberapa kota lain di Indonesia. Bagi Rianda, keberanian adalah menjaga hati dalam menghadapi kekecewaan. Dan melihat kekalahan bukan sebagai akhir namun tetapi sebagai awal yang baru.

Sementara itu Andini,
statusnya sebagai istri sah Fedi sebelum ia menyelesaikan kuliahnya. Dia seorang mahasisiwi berprestasi yang kuat keinginannya untuk terus menuntut ilmu. Saat dijodohkan dengan Fedi, dia tak kuasa menolak karena tertawan juga dengan pesona fisik pemuda yang tampan itu, beserta nilai tambah gelar S2 lulusan luar negeri juga kabar baik bahwa calon suami pilihan keluarganya itu sudah diterima menjadi PNS di kantor Menristek. Belum tentu tawaran pendamping yang datang di kemudian hari bisa sebagus Fedi.

Pada awalnya Andini mengira bahwa suaminya yang berpendidikan tinggi itu akan mendukung mimpinya untuk melanjutkan kuliah, meski mereka telah menikah. Kehidupan awal rumah tangga mereka begitu indah, hingga mereka dikaruniai momongan pertama. Ternyata Fedi seorang pengekang dan otoriter,

Jumat, 06 Desember 2013

Sibodoh yang Sangat Cerdas


Judul Buku : Oda Nobunaga, Sang Penakluk dari Owari.
Penulis  : Sohachi Yamaoka
Penerjemah : Ribeka Ota
Penerbit   : Khansa Publishing, Leading of Japanese Books.
Terbit   : Cetakan I Juni 2013
Jumlah Halaman : 465 Halaman
ISBN   : 978-602-17981-1-5
------


Membaca sastra terjemahan tentang Jepang, seperti diajak pada petualangan yang memcu adrenalin. Kepiawaian penulis menggambarkan keadaan Jepang pada zaman peperangan terasa mencekam, namun sesekali dihangatkan dengan kisah romansa percintaan antar tokohnya.

Pemuda 15 tahun, Oda Obunaga adalah seorang putra mahkota dari negeri Owari. Negeri yang dikuasai oleh klan terpandang yang dipimpin Nobuhide.

Nobunaga baru saja melewati upacara kedewasaan selayaknya laki-laki Jepang pada masa itu saat dijodohkan dengan putri Noh yang berusia 18 tahun. Seorang putri yang terkenal kecantikan dan kecerdasannya, anak dari penguasa negeri Mino, Mamushi Dosan.

Perjodohan yang didasarkan kepada kepentingan politik. Muslihat agar dua negeri itu tidak saling menyerang. Mamushi Dosan memberikan putri cerdiknya bukan tanpa maksud strategi perluasan kekuasaan.

Sudah banyak di ketahui khalayak bahwa putra mahkota Owari itu dijuluki si bodoh besar. Karena tingkah lakunya selalu aneh di luar kebiasaan orang kebanyakan. Dalam kelakuan maupun penampilan.  Obunaga tak pernah memakai kimono berlengan sempit (yang biasa dipakai sebagai baju dalam) hanya memakai kimono luar yang berlengan lebar hingga dada sampai perutnya selalu kelihatan. Tatanan rambutnya juga tak pernah tergelung rapi. Selalu dibiarkan terikat asal-asalan membentuk wujud seperti pengaduk teh. Keseluruhan penampilan Obunaga bagi para bangsawan klan manapun dianggap memalukan dan tak tahu sopan santun.

Putri Noh merangkap misi sebagai mata-mata suruhan ayahnya. Saat nobunaga lengah dia harus tega menikam dan membunuh suaminya itu.

Namun siapa sangka, Nobunaga yang suka ngupil sembarangan dan meminta Putri Noh membersihkan jari telunjuknya itu malah membuat istrinya terpesona dan melupakan tugas sebagai mata-mata. Namun putri noh sebelum berangkat ke Owari sudah membuat perjanjian dengan sang ayah. Kelak jika di tengah pernikahan ia bisa jatuh cinta pada si bodoh besar itu maka keadaan harus direlakan menjadi terbalik. Ia akan menjadi pendukung Nobunaga jika ingin menyerang dan menguasai Mini serta menghabisi sang ayah. Mamushi Dosan.

Kamis, 05 Desember 2013

Romansa Para Pencari Tuhan, Ketulusan Mencintai dan Memaafkan




Judul Buku  : My Avilla
Penulis        : Ifa Avianty
Penerbit      : Indiva
Genre         : Novel  Islami
Terbit         : Cetakan Pertama Februari 2012
Jumlah Halaman : 184 Halaman.
Harga          : 26.000
Ukuran        : 14 x 20 cm
ISBN            : 978-602-8277-49-5
-----------------------------------------------

Novel bertema berat namun tersaji dengan rasa yang ringan. Itulah sekilas pandangan saya terhadap novel My Avilla yang ditulis oleh mbak Ifa Avianty ini. Novel yang mengangkat tema pencarian Tuhan, pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang ketuhanan yang sering kali menjadi bahan diskusi dalam kajian perbandingan agama. 

Kisah diawali dengan kepulangan Trudy kembali ke tanah airnya setelah beberapa waktu menetap di ibukota Norwegia. Kepulangan saat pemakaman Omanya disambut tatapan dingin mama dan papa, tapi tetap ada tatapan kasih sayang kakak perempuannya, Margriet yang seolah tak pernah berubah semenjak dulu. Trudy yang datang dengan sejuta penyesalan disambut Margriet dengan bermiliyar kemaafan.

Trudy juga bertemu dengan Fajar, laki-laki yang selalu terlihat pemalu dan penggugup. Laki-laki yang masih bisa menghadirkan desir dalam hatinya.

Kisah melaju flashback ke masa bertahun sebelumnya...
Trudy dan Margriet adalah kakak adik yang berbeda karakter. Margriet cenderung serius, penyayang dan lembut hatinya, sementara Trudy ceria, senang bergaul dan dalam pikirannya selalu ingin berkompetisi, terutama dengan kakaknya sendiri.

Sementara Fajar adalah teman sekolah Trudy. Seseorang yang sedang galau dalam menetapkan keyakinan, disebabkan tumbuh dalam keluarga yang berbeda agama. Papanya muslim, sementara mama katholik. Fajar serius memikirkan tentang Tuhan, sehingga ia mempunyai ketertarikan kepada Margriet, kakaknya Trudy yang terlihat sangat mendalami agamanya, Margriet berjilbab rapat dan sangat mematuhi ajaran agama yang dianutnya, sementara Trudy terlihat dangkal dan lebih menyukai hiruk pikuk keramaian duniawi.

Senin, 02 Desember 2013

Bagaimana Menyayangi Lansia di Usia Senja


Resensi saya dimuat di Wesite Dakwatuna.com 2 Desember 2013 : 






Judul Buku  : Cinta dan Harapan di Masa Tua
Penulis         :  Naqiyyah Syam DKK
Penerbit       :  Penerbit Jendela (Lini Zikrul Hakim)
Genre           :  Antologi Kisah Inspiratif
Terbit           :  Cetakan Pertama Juli 2013
Jumlah Halaman : 256 Halaman
ISBN              : 978-979-063-814-3
----------------------------
                                  

                           Bagaimana Menyayangi Lansia di Usia Senja

Kata-kata yang sangat benar adalah, bahwa orang-orang tua sudah pernah merasakan muda. Sedangkan orang muda belum pernah merasakan menjadi tua. Ringkih, berkurang produktifitas, kesempurnaan fisik dan juga kesehatan.

Ketika memasuki dunia senja, para lansia itu terkadang mengalami perubahan yang harus diiringi dengan berbagai pemakluman dan pengertian anak-anaknya juga orang-orang dekat yang berada disisinya. Baik merawat atau sekedar menemani mereka.