Senin, 24 Februari 2014

Dibalik Tokoh Fiktif Penyihir Cilik Fenomenal



Judul Asli : An Interview With J.K Rowling.
Judul Terjemahan : Wawancara dengan J.K Rowling, Pencipta Harry Potter
Penulis  : Lindsey Fraser
Alih Bahasa : Mala Suhendra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 64 Halaman 
Terbit  : Januari 2004
ISBN : 978-22-0667-1
--------------------------------------------

Menyenangkan sekali membaca sekilas biografi dari penulis fenomenal Harry Potter ini. Penulis yang bisa mengalami penjualan best seller bahkan sebelum bukunya selesai ditulis. Sekuel bukunya selalu dinanti jutaan penggemar hingga rela antre di tokbuk kesayangan mereka. Subhanallah...

Saya membayangkan betapa serunya J K Rowling menjalani dunianya yang tiba-tiba berubah dengan sangat ajaib berkat tokoh (fiktif) penyihir cilik bernama Harry. Hmm.. bukan hanya soal materi dan ketenaran yang menghebohkan itu. Namun tentang dunia rekaan yang selama bertahun-tahun terkurung dalam kepalanya kemudian bisa berpindah di kepala-kepala orang lain. Pembaca dari seluruh dunia menjadi akrab dengan tokoh-tokoh yang dulunya hanya dikenalnya seorang diri. Semuanya itu dikarenakan dunia rekaan dan tokoh-tokohnya berhasil dia tulis dengan perjuangan yang sangat telaten. 

Buku ringkasan wawancara ini ditulis sepuluh tahun lalu saat JK Rowling masih menyelesaikan 5 buku dari 7 buku serial Harry Potter yang dia rencanakan. Informasi di dalamnya mungkin tidak se update sekarang, karena lewat Om Gugel berita tentang JK Rowling tentu saja mudah dicari, namun tetap menyenangkan membaca buku tipis ini sih, karena saya aslinya juga tidak seberapa mengikuti berita tentang Harry Potter dan penulisnya. Dulu pernah membaca salah satu serialnya, namun saya menyerah tak bisa menyelesaikannya saking tebalnya si buku. Lebih enak nonton filmnya saja sih hehehe...  

Banyak cerita dari Rowling tentang bagaimana ia menciptakan tokoh-tokoh dalam ceritanya. Kebanyakan selalu terinspirasi tokoh nyata dalam kehidupannya. Seperti tokoh Profesor Snape ia ambil dari seorang guru yang pernah tidak disukainya selama sekolah karena suka menggertak.

Ada juga behind the scene tentang proses menulis Harry Potter, yang mungkin semua orang sudah tahu bahwa kisah Harry si penyihir ditulis di kafe yang pemiliknya baik hati membolehkan Rowling menulis berjam-jam hanya dengan memesan secangkir kopi, Asal idenya yang didapat saat perjalanan kereta keluar kota untuk pindah tempat tinggal. 

Kemudian ada juga yang lucu saat proses menerbitkan pertama kali buku Harry Potter. Setelah berbagai penolakan kemudian berhasil terbit dan nangkring diatas rak buku, ternyata Rowling begitu antusias ingin sekali menandatangani buku pertamanya itu hihihi.. Padahal setelah semua kehebohan yang terjadi ia dibuat capek dengan serbuan fans, foto bareng dan harus menandatangai ratusan buku dalam satu waktu saat temu pembaca. 

Sebuah paragraf yang saya sukai dari jawaban Rowling tang ditulis dalam buku ini adalah :
"Bila kau melihat orang-orang terkenal lainnya, selalu saja ada masalah yang membuntuti mereka dan masalah-masalah itu tidak menyenangkan. Tapi aku tetap menyadari bahwa aku orang yang luar biasa beruntung, karena bisa melakukan apa yang paling kucintai di dunia ini"

Maksudnya kalimat Rowling diatas adalah, dia sekarang bisa menulis sesuka hatinya, tanpa tuntutan mengejar materi (karena royalti Harry Potter sudah membuat dia mempunyai kekakyaan melebihi ratu Inggris) Ia bisa menulis tanpa beban memikirkan kebutuhan hidup sampai anak cucu. 

Dan dari kilasan wawancara itu poin positif yang saya ambil adalah sebuah pesan sederhana, yang kebanyakan orang juga sudah sering mendengar. Ya.. tentang kerja keras. Untuk menjadi penulis (apapun tujuan dibaliknya, entah materi atau popularitas ataupun menyuarakan kebaikan) tetap saja kuncinya adalah telaten dan kerja keras.(*)








5 komentar:

  1. saya salah satu penikmat karya Rowling:)

    BalasHapus
  2. Hihi... saya juga menjuluki dosenku yg killer dg sebutan voldemort :D

    BalasHapus
  3. inspiratif ya :)

    BalasHapus
  4. mbk sarah : saya penikmat filmnya juga hehe
    santi : ngeri banget ya :D
    mbk anggi : banget mbak :)

    BalasHapus
  5. Saya belum bisa berhasil baca karyanya. Tapi suka dengan cerita dibalik karyanya itu ada :D

    BalasHapus

Mari bersilaturrahmi dan berbagi informasi dengan meninggalkan komentar disini. Kami lebih menyukai komentar yang santun dan sesuai dengan konten isi postingan yaaa.. ^^