Rabu, 30 April 2014

Matilda, Si Penggila Baca



Judul Buku : Matilda
Penulis : Roald Dahl
Penerjemah : Agus Setiadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan Pertama 1991
Jumlah Halaman : 264 Halaman
ISBN : 978-979-511-167-2
------------------------------

Banyak orang tua yang suka membangga-banggakan prestasi anaknya, Bahkan memamerkannya jika perlu. Tak sedikit juga yang bahkan berlebihan membanggakan anaknya sebagai yang terhebat di dunia padahal sejatinya si anak tidak bisa apa-apa.

Namun beda kisahnya dengan Matilda, si gadis kecil yang terlahir dari ayah seorang makelar mobil dan ibu yang maniak menonton televisi. Kedua orang tuanya tak begitu memperhatikan Matilda, tak peduli saat gurunya memberitahukan bahwa gadis kecil itu jenius, ya... sangat jenius. Dalam usianya yang baru 5 tahun dia sudah membaca karya-karya pengarang besar dunia. Setiap sore saat sendirian (kakak laki-lakinya masih di sekolah, ayahnya masih bekerja dan ibunya bersenang-senang bermain poker bersama teman-temannya) Matilda berjalan sendirian ke perpustakaan kota dan banyak membaca buku disana.

Setelah saatnya sekolah, Matilda bertemu dengan Miss Honey gurunya yang langsung menangkap kejeniusan gadis kecil itu. Sayang sekali kepada sekolahnya Miss Trunchbull tak mempercayai kenyataan itu, bahkan kepala sekolah itu sangat kejam terhadap anak-anak. Dalam pengelihatan Matilda, Miss Trunchbull seperti seorang raksasa yang mengerikan. Dalam upaya menghadapi kekejaman si kepala sekolah secara tak sengaja Matilda mendapati dirinya mempunyai kekuatan supranatural. Bahkan pada akhirnya Metilda menggunakan kekuatan istimewanya itu untuk menyelamatkan guru kesayangannya, Miss Honey.

Buku yang menarik. Merupakan buku ke 5 dari paket buku Roald Dahl yang saya baca. Seperti biasa, fantasi yang menjadi ide cerita dari Roald Dahl ini selalu luar biasa. Sangat tidak mungkin terjadi namun dalam pemaparan tulisannya bisa terasa menjadi mungkin.

Cerita ini merupakan sindiran juga bagi orang tua yang kurang bisa memahami bakat dan minat anak-anaknya, dan juga sistem sekolahan yang menggunakan hukuman fisik dalam mengajar. Seperti apa yang dilakukan Miss Trunchbull terhadap anak didiknya, sama sekali bukan kelakukan yang bijak sebagai seorang guru. Saya menganggap kelakuan Miss Trunchbull itu sangat mengerikan dan cenderung tidak masuk akal seandainya terjadi di dunia nyata. (Namun belakangan saya faham kenapa Roald Dahl menganggap biasa cerita kekejaman guru kepada muridnya di area sekolah, itu dikarenakan pengalaman pendidikan di Inggris memang seperti itu, apalagi sekolah yang asrama, jadi dia menulis berdasar inspirasi pengalaman pribadinya semasa sekolah, Pengalaman Roald Dahl tertulis dalam buku berjudul Boy tales of Childhood)

Miss Honey, adalah tokoh protagonis dalam cerita ini. Banyak masalah dalam kehidupannya yang ia ceritakan kepada Matilda. Masalah apakah yang ia hadapi? dan bagaimanakan nasib matilda yang sejak awal kejeniusannya tak pernah dipedulikan dan dihargai oleh orang tuanya sendiri? semuanya dikisahkan dengan apik sekaligus seru dalam buku ini.

***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari bersilaturrahmi dan berbagi informasi dengan meninggalkan komentar disini. Kami lebih menyukai komentar yang santun dan sesuai dengan konten isi postingan yaaa.. ^^