Sabtu, 29 Maret 2014

Sosok Pendidik dan Sahabat Terbaik Bagi Anak-anak





Judul Buku : Sahabat-sahabat Cilik Rasulullah (Athfal M’al-Rasul)
Penulis        : Dr nizar Abazhah
Penerjemah : Asy’ari Khatib
Penerbit    : Zaman
Terbit         : Cetakan Pertama 2011
Jumlah Halaman : 219 Halaman
ISBN           : 978-979-024-259-3
---------------------------------------------

Rasulullah memiliki posisi yang mengagumkan bagi anak-anak pada masa Beliau. Beliau menyayangi anak-anak kecil, mengajari dan membimbing mereka, tak segan memeluk dan mencium serta mengusap kepala mereka. Bahkan Beliau juga bercanda dan bersuka cita mengajak mereka naik unta dan juga memberi hadiah.

Kepada anak-anak, Rasulullah tidak pernah mencela jika mereka bersalah, tapi beliau mengarahkan dengan cara yang tepat.karena Beliau adalah Uswatun Hasanah, setiap sudut kehidupan beliau selalu menyimpan keagungan dan hikmah yang patut menjadi panutan.

Buku ini menggambarkan secara sempurna bagaimana seharusnya seorang ayah, ibu (atau orang dewasa manapun) bergaul dan memperlakukan anak-anak di sekitar mereka, agar kelak menjadi pribadi yang salih dan salihah di tengah masyarakat, sebagaimana anak-anak pada masa Rasulullah menjadi pribadi mulia dan 
alim ketika mereka telah besar.


Informasi tentang kisah anak-anak pada masa Rasul telah banyak yang hilang, hanya sebagian kecil yang tersisa. Namun sisa yang sedikit itu tergambar begitu banyak hal yang bisa kita ambil sebagai tauladan.

Diantara bocah-bocah yang hidup dan melihat langsung Rasulullah adalah sahabat Zaid bin Tsabit. Seorang anak berusia 8 tahun korban penculikan yang kemudian dijual sebagai budak kepada keluarga Khadijah, Istri Nabi. Di Rumah Nabi, Zaid tidak diperlakukan sebagaimana budak belian namun disayangi dan dididik seperti anak kandung. Sehingga saat ayah dan pamannya menemukan kembali Zaid dan hendak menebus agar bisa membawa pulang anak yang dirindukan mereka, Zaid kecil sudah bisa memilih untuk mengikuti Nabi daripada Ayahnya. Dia lebih memilih status menjadi budak daripada orang merdeka. Ayah dan paman Zaid sedih dengan keputusan itu namun juga bahagia karena yakin Zaid dirawat orang yang sangat tepat. Setelah itu Zaid dimerdekakan dan diangkat anak oleh Nabi. Kelak saat dewasa dia menjadi panglima perang yang tangguh dalam membela islam.

Ada lagi kisah Anas bin Malik. Dia berusia 10 tahun saat Rasulullah datang ke Madinah, kemudian sang ibu dengan penuh suka cita menghadiahkan putra kesayangannya itu kepada Rasul sebagai hadiah. Sang ibu ingin agar Anas kecil menjadi pelayan nabi dan bisa dekat dengan Beliau. Dan Rasululullah menerima hadiah itu dengan senang hati, Anas masuk dalam keluarga Nabi dan tumbuh dalam pengawasan langsung Beliau. tak ada rumah sebaik rumah Beliau. Nabi memperlakukan Anas dengan sangat baik sehingga dia menceritakan bahwa selama lima belas tahun melayani Nabi, belum pernah sekalipun Nabi membentaknya, baik di rumah maupun di luar rumah.

Selain anak kandung, anak-anak yang hidup dalam pengasuhan Nabi termasuk juga anak-anak tiri beliau. Mereka adalah : Anak-anak Khadijah, Anak-anak Ummu Salamah, Saudah dan Ummu Habibah. Tidak ada catatan dalam sejaran bahwa Nabi pernah memperlakukan mereka secara tidak layak. Bahkan Hindun, Putra Khadijah bisa menggambarkan betapa ia merasa disayangi Rasulullah selayak ayah kandungnya sendiri.

Buku ini diakhiri dengan rangkuman perilaku Nabi terhadap anak-anak untuk panduan orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya. Buku perpaduan sejarah kehidupan Nabi sekaligus ulasan parenting yang layak dijadikan panduan bagi keluarga muslim ini cocok untuk dikoleksi dan dibaca berkali-kali, agar senantiasa menimbulkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad sekaligus terus berproses menauladani cara menjadi orang tua ala Rasulullah.(*)



1 komentar:

Mari bersilaturrahmi dan berbagi informasi dengan meninggalkan komentar disini. Kami lebih menyukai komentar yang santun dan sesuai dengan konten isi postingan yaaa.. ^^