Rabu, 26 November 2014

Ketika Surga Terbagi Menurut Kasta



Judul Buku : Palace of Illusions (Istana Hayalan)
Pengarang   : Chitra Banerje Divakaruni
Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama
Genre          : Fantasi
Jumlah halaman : 493 Halaman
ISBN           : 978-979-22-4556-1
---------------------------------------------------------



Drupadi adalah tokoh yang sangat terkenal dalam cerita mitologi India, juga pewayangan di Indonesia, Mahabharata. Seorang putri yang lahir dari api dan kemudian menjadi istri dari para pandawa dengan pengaturan rumah tangga yang ditentukan oleh seorang resi paling bijak pada zamannya, Begawan Byasa.

Nah, pada bagian kisah nasib ---punya lima suami--- ini, menjadikan banyak perempuan di dunia ini sirik, hehehe (betapa tidak, pandawa ganteng-ganteng dan sakti begituu ^^).

Dalam serial yang sekarang diputar di ANTV, digambarkan sosok Drupadi yang jelita tiada tara dengan sifat tegas dan cenderung keras kepala. Kadang juga terlihat sok pintar dan mendominasi kelima suaminya, dan pandawa kelihatan amat nurut banget sama ratu Drupadi.

Sementara, dalam buku karya Divakaruni ini dikisahkan alur cerita Mahabharata dalan versi kata hati Drupadi. Berbeda sekali dengan visualisasi di layar TV, sosok Drupadi tidak digambarkan cantik, mulus dan jelita. Tapi dia digambarkan sangat mirip dengan Krishna, temannya yang berkulit gelap agak kebiruan. Saking miripnya si Drupadi ini juga dijuluki dengan sebutan Krishnaa (beda jumlah huruf A, maknanya duplikat Krishna atau saudaranya Krishna). Drupadi merasa minder dengan kondisi fisiknya tersebut sehingga tidak percaya diri ketika hadir di kuil untuk acara pemujaan bersama putri-putri raja Drupada yang lain dan juga para permaisuri.


Sebuah mukjizat (atau sihir?) seolah digulirkan Krishna kepada Drupadi. Temannya itu selalu menyarankan kepada Drupadi untuk menganggap bahwa dirinya juga cantik. Hingga saat putri kerajaan panchala itu mendongakkan dagu dan kepala, berjalan dengan percaya diri, yakin bahwa dirinya cantik, maka seketika seluruh wanita di seputar istana Kampilya menilainya menjadi sangaat cantik. Bahkan seluruh masyarakat pun menganggapnya menjadi yang paling cantik dan mengagumkan diantara putri raja Drupada yang lain. Hmm..

Drupadi diramalkan akan mengubah sejarah seluruh daratan Arya (India), juga menjadi penyebab pecahnya perang mahadahsyat yang akan menghancurkan sebuah dinasti kerajaan besar dan juga kematian orang-orang yang disayanginya. Namun pada dasarnya Drupadi tak pernah yakin bahwa sejarah akan menyapanya.

Dia tumbuh menjadi perempuan yang kritis terhadap tradisi india kuno yang membelitnya pada masa itu. Tradisi masyarakat yang mengkotak-kotakkan manusia dalam tingkatan kasta. Tak hanya cukup di dunia saja, bahkan di akhirat pun surganya dibagi-bagi berdasarkan kasta. Surga Brahmaloka khusus bagi kaum brahmana yang semasa hidupnya berpegang kepada kebajikan. Kemudian surga Indraloka diperuntukkan bagi yang terbaik dari kalangan ksatria. Sementara pejuang rendahan harus puas mendapatkan bagian istana-istana dewa kematian, dewa matahari dan bulan. Hmm lagi…

Budaya perbedaan gender juga sangat dibenci oleh Drupadi,  pengagungan laki-laki yang berkali lipat dibanding perempuan, suami ibarat majikan bagi istrinya, sehingga panggilan terhadap suami adalah ‘tuanku’. Ketika seorang suami meninggal, istrinya harus ikut membakar diri di kayu pembakaran suaminya sebagai simbol kesetiaan. Heuuu ngeriii amiiit, kalau istri yang mati suaminya boleh kawin lagi, lagi dan lagi.. hoaamm nyebelin gak sih? :D).

Hal yang paling mengejutkan dalam kisah Mahabharata versi Divakaruni adalah bahwa dalam hati Drupadi sebenarnya menyimpan rasa cinta terpendam kepada Karna, Ksatria bernasib malang. Terlahir sebagai ksatria namun terpaksa dibuang oleh ibunya sehingga dia lebih dikenal sebagai anak seorang kusir yang berkasta sudra.  Sebelum swayamwara dimulai, lukisan para pangeran dan bangsawan idiperlihatkan kepada Drupadi. Putri panchali itu tersentuh hatinya kepada laki-laki bermata sendu yang terlukis di samping pangeran Hastinapura, Duryudana. 

Dan dalam awal-awal berumah tangga dengan para pandawa ternyata Drupadi juga terlibat intrik dengan ibu mertuanya, ratu Kunti.  Kemudian, Arjuna yang memenangkan swayamwara ternyata digambarkan tidak begitu mencintai Drupadi. Dia lebih terobsesi terhadap kemasyhuran sebagai pahlawan besar. Jadi terkesan bukan sebagai tokoh utama dalam barisan protagonis. 

Cerita gambaran ulang mitologi India yang dikemas menarik dengan diksi-diksi cantik ini memberikan pengetahuan buat saya, tentang budaya dan tradisi bangsa lain. Membacanya membuat saya bersyukur tidak terlahir pada zaman dan tempat itu. Dan sangat bersukur pula dilahirkan dalam masa dan lingkungan yang mengantarkan saya kepada agama islam sehingga tak perlu dikotak-kotakkan dalam kasta hingga ke akhirat kelak. Karena Gusti Allah SWT, tuhan kami hanya melihat ketaqwaan hambaNya saja sebagai penilaian derajat seseorang. 

Dan paling tidak saya lebih puas membaca buku ini daripada melihat serial TVnya yang sudah masuk bab perang tapi semakin membosankan hehehe.. 
(*)

Nitip iklan ya..:D  mampir yuk di lapak online saya jualan buku-buku murah meriah, baru dan sekond : klik DISINI untuk melihat-lihat. 

4 komentar:

  1. review yang menarik mbk binta. saya sudah pesan juga buku ini. semoga bisa membacanya awal tahun in, xixixiiii...

    BalasHapus
  2. aku jarang nonton tv mbak, kadang merasa sayang membiarkan waktu terbuang di depan tv. apalagi cerita mahabarata, aku juga nggak gitu suka. Tapi membawa review ini, kok jadi pingin baca bukunya ya, hhaha....

    BalasHapus
  3. Gak dikasih tau ini berapa harga bukunya? :D

    BalasHapus
  4. Saya mau donk buku palace of ilussion ini mb.....

    BalasHapus

Mari bersilaturrahmi dan berbagi informasi dengan meninggalkan komentar disini. Kami lebih menyukai komentar yang santun dan sesuai dengan konten isi postingan yaaa.. ^^